Langsung ke konten utama

Sementara


Puisi ini dibuat dan di posting di Line pada tanggal 25 November 2017. Umurku pada saat itu adalah 16 tahun, jadi maklumin ya kalau puisi dan cerpen yang aku buat masih gaje hehehe




 Sementara 


Sementara kamu masih memikirkannya

Sementara kamu masih merindukannya

Melihat foto lamamu dengannya 

Membuka kenangan lama. 


Sementara kamu tau tidak ada harapan 

Kamu inginkan kenyamanan 

Entah sampai kapan 

Terjebak dalam keputusasaan. 


Perasaanmu deklasifikasi 

Lebih baik jangan menangisinya lagi 

Dia sudah tak lagi peduli 

Apa perlu kata itu kugarisi?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Diri Sendiri

Sejujurnya udah lama banget ga nulis, entah ide yang hanya sampai otak dan tidak pernah dituangkan dalam media apapun.  Atau diri ini aja yang malas, menurutku bisa jadi keduanya. Dulu sewaktu masih sekolah sering ditanya, "Cita-cita kamu apa?" dan tentu aja selalu clueless tiap ditanya perihal cita-cita. Pada saat itu masih bertanya-tanya, "Untuk apa sih cita-cita itu?" dan seiring berjalannya waktu, akhirnya aku tau cita-cita yang aku mau itu apa. Jadi penulis adalah hal yang aku inginkan, karena aku suka menuangkan ide-ide yang ada di kepalaku kedalam sebuah tulisan. Ya, semoga aja aku bisa jadi Copywriter, UX Writer atau Content Writer   juga boleh. Karena aku percaya sebuah tulisan memiliki kekuatan di dalamnya Aku harap aku bisa mewujudkan salah satu cita-cita yang aku ingini ini. Aku ga sabar pengen bisa kerja sesuai dengan yang aku ingin :)

Lollipop

 15 October 2017 (tanggal dibuat) This is my first flashfiction and Happy Reading! Lolipop (lollipop) Di pagi yang cerah aku melihat seorang laki-laki yang sangat manis untuk dilihat. Aku agak terheran sejenak, kenapa ada anak laki-laki di lingkunganku. sedangkan tempat ini adalah asrama putri.  "Nama kamu siapa? terus kenapa kamu bawa-bawa lolipop? kamu kan anak laki-laki" tanyaku bingung. "Namaku Lolyan. kalau kamu?" ucapnya tersenyum  "Namaku Winter," ucapku  "Nama yang bagus. omong-omong, kamu mau Lolipop?" tanyanya ramah.  "Hmm, mau," ucapku gembira  Aku langsung menikmati Lolipop tersebut. Tanpa sadar bahwa Lolyan sudah pergi dari hadapanku. Mungkin dia ingin melihat-lihat asrama ini. Setelah lolipop itu habis, ada sebuah kertas jatuh yang isinya,  "Hai, rasanya sangat maniskan? maaf aku meninggalkanmu tiba-tiba. aku harus pulang.  Lolyan, dari Negeri Lolipop" "Ternyata dia bukan berasal dari bumi," ucapku sedi...