Puisi ini dibuat dan di posting di Line pada tanggal 25 November 2017. Umurku pada saat itu adalah 16 tahun, jadi maklumin ya kalau puisi dan cerpen yang aku buat masih gaje hehehe Sementara Sementara kamu masih memikirkannya Sementara kamu masih merindukannya Melihat foto lamamu dengannya Membuka kenangan lama. Sementara kamu tau tidak ada harapan Kamu inginkan kenyamanan Entah sampai kapan Terjebak dalam keputusasaan. Perasaanmu deklasifikasi Lebih baik jangan menangisinya lagi Dia sudah tak lagi peduli Apa perlu kata itu kugarisi?
15 October 2017 (tanggal dibuat) This is my first flashfiction and Happy Reading! Lolipop (lollipop) Di pagi yang cerah aku melihat seorang laki-laki yang sangat manis untuk dilihat. Aku agak terheran sejenak, kenapa ada anak laki-laki di lingkunganku. sedangkan tempat ini adalah asrama putri. "Nama kamu siapa? terus kenapa kamu bawa-bawa lolipop? kamu kan anak laki-laki" tanyaku bingung. "Namaku Lolyan. kalau kamu?" ucapnya tersenyum "Namaku Winter," ucapku "Nama yang bagus. omong-omong, kamu mau Lolipop?" tanyanya ramah. "Hmm, mau," ucapku gembira Aku langsung menikmati Lolipop tersebut. Tanpa sadar bahwa Lolyan sudah pergi dari hadapanku. Mungkin dia ingin melihat-lihat asrama ini. Setelah lolipop itu habis, ada sebuah kertas jatuh yang isinya, "Hai, rasanya sangat maniskan? maaf aku meninggalkanmu tiba-tiba. aku harus pulang. Lolyan, dari Negeri Lolipop" "Ternyata dia bukan berasal dari bumi," ucapku sedi...